Senin, 04 Juli 2011

SPI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN, SISTEM POLITIK DAN MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM

BAB 1
PENDAHULUAN


A.Latar belakang

Namun pada dasarnya , mempelajari sejarah peradaban bertujuan mempelajari berbagai masalah kehidupan umat manusia. Maju murdurnya suatu peradaban juga menunjukkan perkembangan kehidupan manusia. Selain itu, maju mundurnya peradaban membuktikan bahwa kebaikan dan kejahatan merupakan bagaian dari kehidupan. Kebaikan membawa kearah kemajuan peradaban,sedangakan kejahatan membawa kearah kemunduran peradaban.
Pembahasan sejarah perkembangan peradaban islam yang sangat panjang dan luas itu tidak bisa dilepaskan dari pembahasan sejarah perkembangan politiknya. Bukan saja karena persoalan – persoalan politik sangat menentukan perkembangan aspek – aspek peradaban tertentu seperti akan terlihat dalam pembahasan buku ini, tetapi terutama karena sistem politik dan pemerintahan itu sendiri merupakan salah satu aspek penting dari peradaban, sebagaimana disebutkan di atas.

B.Rumusan Masalah
1. apa yang menyebabkan SPI sebagai ilmu pengetahuan ?
2. bagaimana system politik masyarakat arab pra – islam.?
3. bagaimana system kemasyarakatan arab pra – islam .?

C.Tujuan
1. mengetahui dan memahami peradaban sebelum islam.
2. mengetahui dan memahami system politik arab pra – islam.
3. bisa memahami system kemasyarakatan arab pra – islam.

BAB II
PEMBAHASAN

A. SPI Sebagai Ilmu Pengetahuan

Peradaban islam terjemahan dari kata Arab Al – Hadharah Al – Islamiyyah. Kata arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan islam . ‘’’ Kebudayaan ‘’’ dalam bahasa arab adalah Al – Tsaqafah. Di indonesia sebagaimana juga di arab dan barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata’’ kebudayaan’’( Arab, Al – Tsaqafah; Inggris, Culture ) Dan’’peradaban’’ ( Arab, Al – Hadharah; Inggris, Civilization ). Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan menifestasi – menifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih bekaitan dengan peradaban.kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi,dan moral, maka peradaban terefleksi dalam polotik, ekonomi, dan teknologi.
Selain itu istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian – bagian dan unsur – unsur dari kebudayaan yang halus dan indah merurutnya, peradaban sering juga di pakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.
Dalam pengertian itulah peradaban yang dimaksud dalam buku ini .Islam yang diwahyukan kepada nabi Muhammad Saw. Telah membawa bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh , tidak terkenal , dan diabaikan oleh bangsa – bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia, membina saru kebudayaan, dan peradaban yang sangat pentiang artinya dalam sejarah menusia hingga sekarang. Bahkan kemajuan barat pada mulanya bersumber dari peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Islam memang berbeda dari agama – agama lain. H.A.R. Gibb di dalam bukunya Whither islam menyatakan,’’ islam is indeed much more than a sistem of theologi, it is a complete civilization’’ ( islam sesunguhnya lebih dari sekadar sebuah agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna ).karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama islam, kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan atau peradaban islam.
Kajian tentang’’ peradaban’’ islam sekarang ini memang sudah manganut pendapat bahwa kebudayaan islam tidak lagi satu, tetapi sudah terdapat beberapa’’ peradaban’’ islam. Akan tetapi , tampaknya’’ peradaban – peradaban’’ islam yang disorot dalam kajian – kajian islam sampai waktu belum lama ini hanya terbatas pada empat’’ peradaban’’ islam yang dominan. Semuanya sangat berkaitan dengan empat kawasan, yaitu kawasan pengaruh kebudayaan arab ( timur tengah dan afrika utara, termasuk spanyol islam ). Kawasan pengaruh kebudayaan Persia ( iran dan negara – negara lslam asia tengah ), kawasan pengaruh kebudayaan turki, dan kawasan pengaruh kebudayaan India islam.
.
Namun perlu diterangkan’’peradaban’’ suatu konsep yang murni materialistik. Apabila kemajuan materi tercapai, maka terdapatlah kenikmatan dalam hidup ini. Kenikmatan dalam hidup ini merupakan peradaban. Tetapi’’ kebudayaan’’ adalah lain dari peradaban. Menurut pemtimbangan yang wajar hubungan antara kebudayaan dengan peradaban, adalah seperti hubungan antara’’jiwa’’ manusia dengan’’tubuh’’nya. Perbedaan- perbedaan diakal peradaban adalah perbedaan – perbedaan dalam kemajuan materi, tetapi perbedaan – perbedaan kebudayaan, disebabkan karena perbedaan kemajuan rohani.kebudayaan sesuatu golongan dapat dikatakan terdiri dari ide – ide yang tumbuh di bawah pengaruh ajaran – ajaran agama. Ajaran – ajaran agama itulah yang memberikan dasar kebudayaan.
Peradaban dan kebudayaan yang timbul sebelum datangnya islam tidak universal dalam konsepsinya . pada agama yuhadi sudah barang tentu ada usaha untuk menghimpun peradaban dan kebudayaan itu. Dalam perjanjian lama dalam banyak tempat ide – ide sosial itu disatukan dengan konsep – konsep materi, dan kedua – duanya itu berpusat di sekitar agama. Sedangkan proses dan tingakat kebudayaan itu menunjukkan bahwa kedua – duanya mengalami kemajuan . kebudayaan umat manusia dan peradabanya harus sampai kepada kesempurnaan yang stabil dan pertumbuhanya itu harus mendapat bimbingan dari ajaran – ajaran agama.

B. System Politik dan Kemasyarakatan Arab Pra – Islam
• Kondisi polotik
Bangsa arab sebelum islam , hidup bersuku – suku ( kabilah – kabilah ) dan berdiri sendiri – sendiri, satu sama lain kadang – kadang saling bermusuhan . mereka tidak mengenal rasa ikatan nasional ; yang ada pada mereka hanyalah ikaran kabilah. Dasar perhubungan dalam kabilah itu ialah pertalian darah. Rasa ashabiyah ( kesukuan ) amat kuat dan mendalam pada mereka, sehingga bilamana terjadi salah seorang di antara mereka treaniaya maka seluruh anggota – anggota kabilah itu akan bangkit membelanya. Semboyan mereka’’ tolong saudara baik dia menganiaya atau teraniaya.’’
Pada hakikatnya kabilah – kabilah ini mempunyai pemuka – pemuka yang memimpin kabilah masing – masing. Kabilah adalah sebuah pemerintahan kecil yang asas eksistensi politiknya adalah di satuan fanatisme, adanya memfaat secara timbal balik untuk menjaga daerah dan menghadang musuh dari luar kabilah.
Kedudukan pemimpin kabilah ditengah kaumnya, seperti halnya seorang raja. Anggota kabilah harus mentaati pendapat atau keputusan pemimpin kabilah. Baik itu seruan damai ataupun perang. Dia mempunyai kewenangan hukum dan otoritas pendapat, seperti layaknya pemimpin dictator yang perkasa. Sehingga adakalanya jika seorang pemimpin murka, sekian ribu mara pedang ikut bicara, tanpa perlu bertanya apa yang membuat pemimpin kabilah itu murka.
Kekuasaan yang berlaku saat itu adalah sistem dictator. Banyak hak yang terabaikan rakayat bisa diumpamakan sebagai ladang yang harus mendatangkan hasil dan memberikan pendapatan bagi pemerintah. Lalu para pemimpin menggunakan kekayaan itu untuk foya – foya mangumbar syahwat, bersenang – senang, memenuhi kesenangan dan kesewenangannya. Sedangkan rakyat dengan kebutaan semakin terpuruk dan dilingkupi kezjhaliman dari segala sisi.rakyat hanya bisa merintih dan mengeluh, ditekan dan mendapatkan penyiksaan dengan sikap harus diam, tanpa mengadakan perlawanan sedikitpun.
Kadang persaingan untuk mendapatkan kursi pemimpin yang memakai sistem keturunan paman kerap membuat mereka bersikap lemah lembut, manis dihadapan orang banyak, seperti bermurah hati, menjamu tamu, menjaga kehormatan, memperlihatkan keberanian, membela diri dari serangan orang lain, hingga tak jarang mereka mencari – cari orang yang siap memberikan sanjungan dan pujaan tatkala berada dihadapan orang banyak, terlebih lagi para penyair yang memang menjadi penyambung lidah setiap kabilah pada masa itu, hingga kedudukan para penyair itu sama dengan kedudukan orang – orang yang sedang bersaing mencari simpati.

• Kondisi masyarakat
Di kalangan bangsa arab terdapat beberapa kelas masyarakat. Yang kodisinya berbeda antara yang satu dengan yang lain. Hubungan seorang keluarga dikalangan bangsawan sangat diunggulkan dan diprioritaskan, dihormati dan dijaga sekalipun harus dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertumpah. Jika seorang ingin dipuji dan menjadi terpandang dimata bangsa arab karena kemuliaan dan keberaniannya, maka dia harus banyak dibicarakan kaum wanita.
Karena jika seorang wanita menghendaki, maka dia bisa mengumpulkan beberapa kabilah untuk suatu perdamaian, dan jika wanita itu mau maka dia bisa menyulutkan api peperangan dan pertempuran diantara mereka. Sekalipun begitu, seorang laki – laki tetap dianggap sebagai pemimpin ditengah keluarga, yang tidak boleh dibantah dan setiap perkataannya harus dituruti.
Dan cara garis besar, kondisi masyarakat mereka bisa dikatakan lemah dan buta. Kebodohan mewarnai segala aspek kehidupan, khurafat tidak bisa lepaskan, manusia hidup layaknya binatang. Wanita diperjual – belikan dan kadang – kadang diperlakukan layaknya benda mati. Hubungan ditengah umat sangat rapuh dan gudang – gudang pemegang kekuasaan dipenuhi kekayaan yang berasal dari rakyat, atau sesekali rakyat dibutuhkan untuk menghadang serangan musuh.
Ketika nabi Muhammad saw lahir.(570 m) , makkah adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal di antara kota – kota di negeri arab, baik daerah tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui jarur perdangangan yang ramai, manghubungkan yaman di selatan dan syaria di utara. Dengan adanya ka’bah di tengah kota, makkah menjadi pusat keagamaan arab. Ka’bah adalah tempat meraka berziarah. Di dalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama, hubal. Makkah kelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarkat arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarkat jazirah arab dengan luas satu juta mil persegi.
Biasanya , orang membicarakan wilayah geografis yang didiami bangsa arab sebelum islam, pegang membatasi pembicaraan hanya pada jazirah arab, padahal bangsa arab juga mendiami daerah – daerah di sekitar jazirah . jazirah arab memang,Merupakan kediaman mayoritas bangsa arab jazirah arab terbagi menjadi dua bagian besar yaitu bagian tengah dan bagian pesisir. Di sana tidak ada sungai mengalir tetap, yang ada hanya lembah – lembah berair di musim hujan.
Bangsa arab sangat menekankan hubungan kesukuan, sehingga kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku. mereka suka berperang. Karena itu, peperangan antarsuku sering sekali terjadi. Sikap ini tampaknya telah menjadi tabiat yang mendarah daging dalam diri orang arab.akibat peperangan yang terus menerus, kebudayaan mereka tidak berkembang. Karena itu, bahan – bahan sejarah arab pra - islam sangat langka didapatkan di dunia arab dan dalam bahasa arab. Ahmad Syalabi menyebutkan, sejarah mereka hanya dapat diketahui dari masa kira – kira 150 tahun menjelang lahirnya agama islam . pengetahuan itu diperoleh melalui syair – syair yang beredar di kalangan para perawi syair. Dengan begitulah sejarah dan sifat masyarakat badui arab dapat diketahui, antara lain, bersemangat tinggi dalam mencari nafkah, sabar menghadapi kekerasan alam, dan juga dikenal sebagai masyarakat yang cinta kebebasan.
Bagian lain dari daerah arab yang sama sekali tidak pernah dijajah oleh bangsa lain, baik karena sulit dijangkau maupun karena tandus dan miskin, adalah hijaz. Kota terpenting di daerah ini adalah mekkah, kota suci tempat ka’bah berdiri.ka’bah pada masa itu bukan saja disucikan dan dikunjungi oleh penganut – pengaut agama asli makkah,tetapi juga,oleh orang – orang yahudi yang bermukim di sekitarnya.
Melalui jalur perdangangan, bangsa arab berhubungan dengan bangsa – bangsa syaria, Persia, habsyi, mesir ( Qibthi ), dan romawi yang semuanya telah mendapat pengaruh dari kebudayaan hellenisme.
Walaupun agama yahudi dan Kristen sudah masuk ke jazirah arab, bangsa arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka, yaitu percaya kepada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Berhala – berhala itu mereka jadikan tempat menanyakan dan mengetahui nasib baik dan nasib buruk.Demikianlah keadaan bangsa dam jazirah arab menjelang kebangkitan islam.
Kebiasaan buruk lainnya dalam masyarakat jahiliyah adalah berkembangnya11 tindak kejahatan, perjudian, mabuk – mabukan, pertikaian antarsuku, dan saling membunuh. Tatanan kehidupan bermasyarakat tidak berjalan. Dalam hal ini yang berlaku adalah hukum rimba. Siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Akibatnya , mereka saling bertikai dan saling membunuh.
Keadaan masyarakat semacam ini telah berjalan cukup lama, yakni bermula dari kebiasaan masyarakat yang sudah tidak mau lagi menjadikan ajaran para nabi sebagai pedoman hidupnya. Di samping mempunyai dapat yang tidak baik, bangsa arab sangat ahli dalam bahasa dan kesusastraan terutama dalam bersyair dan berpidato. Dua hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus sebagai sarana untuk bersaing dalam meraih kehormatan di antara kabilah – kabilah yang ada.

Ada salah satu riwayat yang menyebutkan bahwa watak dan tabiat buruk yang banyak dilakukan oleh masyarakat mekkah sebelum islam datang adalah sebagai berikut.
• Minum minuman keras.
• Berzina dan memperkosa.
• Memperlakukan wanita sebagai barang yang diperjualbelikan.
• Membunuh anak perempuan karena malu dan takut miskin.
• Mencuri, merampok, dan merampas hak orang lain, dan masih banyak lagi.

Kemudian juga dimunculkan adat kebiasaan bangsa arab sebelum islam datang yang dinilai pesitif antara lain sebagai berikut.
• Sangat menghormati tamu.
• Bersikap pemberani.
• Dapat dipercaya.
• Mengutamakan kesetiakawanan.
• Rajin bekerja.
• Pandai berpidato dan bersyair.










BAB 111

PENUTUP


A. Kesimpulan.
Dengan sejarah peradaban islam kita bisa mengetahui sejarah – sejarah masa lampau hingga sampai sekarang ini dan dari sejarah itu, kita bisa mengambil pelajaran bagi kita . setelah melihat dari sejarah peradaban islam,agar kita dapat lebih dari sebelumnya dan dalam kehidupan sehari –hari.
Sistem politik atau kondisi politik, mereka hidup bersuku – suku atau kabilah – kabilah dan satu sama lain kadang – kadang saling bermusuhan, sehingga kekuasaan yang berlaku sistem dictator.
Kondisi masyarakatnya mereka masih manganut kepercayaan Herllenisme, yaitu masih menyembah berhala, patung, kayu dan lain – lain.

B. Saran
Demikian makalah ini yang berjudul’’ SPI sebagai ilmu pengetahuan, sistem polikit dan kondisi masyarakat arab pra- islam’’. Mudah – mudahan apa yang ditulis dalam makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya yang membaca makalah ini. Dan masih banyak kekuarangan dalam penulisan makalah ini, tentunya kritik dan saran yang sifarnya membangaun sangat di butuhkan untuk memperbaiki makalah ini.









DAFTAR PUSTAKA


Dr. Badri Yatim, M. A. Sejarah Peradaban Islam, Jakarta ; PT. Radjagrafindo Persada, 2006.
Ringkasan Mentri, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta : Arafat Mitra Utama, 2005.
Khadim Al Haramain Asy Syarifain, Al – Qur’an Terjemah, Saudi Arabiah.
http :// Blogspot, Com. Sejarah Arab Pra – Islam, Diakses pada tanggal 14 Febuari 2011. 13:00
Drs. H. B. Jabbar. Adlan, Sejarah dan Pembaharuan Islam, Surabaya : CV. Anika Bahagia Offset, 1996.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar